Total Tayangan Halaman

Sabtu, 04 Mei 2013

cerita fiktif


Jejak Darah

Aku hanya anak biasa pada umumnya, yap… aku adalah Key putera kedua dari Jhonatan Wicaksono, kakakku Norwan bersekolah di Universitas Castle dan sungguh itu adalah suatu kebanggaan tersendiri dapat sekolah disana, adikku Renata duduk di bangku SMP dia tidak pintar disekolahnya tapi di otaknya penuh dengan ide-ide cemerlang, aku tahu itu walaupun dia sedikit pendiam , dan aku sendiri duduk di bangku SMA, ya sekolahku memang tempat orang-orang yang bisa dibilang berada, tapi aku tidak terlalu senang dengan hal itu.
Aku suka dengan hal-hal yang berbau pembunuhan, petualangan dan misteri, aku terarik dengan dunia detektif. Aku punya dua sahabat dia juga bersekolah yang sama dengan ku. Daniel dia sahabatku yang paling konyol walaupun dia tampan dan terkesan pendiam tapi dia konyol dia selalu membuat alat-alat yang aneh, ya tapi aku hargai karyanya itu, ya.. setidaknya dapat membantuku.  Sahabatku yang satu lagi  Sarah, perempuan yang tomboy, walaupun tomboy sewaktu-waktu dia dapat bersikap keibuan sehingga kita sangat nyaman bersamanya, dengan motivasi-motivasi yang ia berikan. Hari ini Daniel akan berkunjung kerumahku, katanya ada hal yang ingin dia bicarakan, entahlah dia memang suka membuat kejutan.

“Ting..Nong..Ting..Nong..!!!!!” Bel rumahku berbunyi.
“Silahkan masuk… Den Key sudah menunggu diperpustakaan!!” ucap Bi Surti. Bi Surti adalah pelayan di rumahku.
“O..ooohh.. ok deh Bi, selalu sepi ya??” kata Daniel.
“Yaa..  seperti baru kesini saja Den Daniel?!” sahut Bi Surti dengan nada datar.
Sambil tersenyum Daniel berjalan melewati ruang  tengah lalu menuju perpustakaan, lalu membuka pintu perpustakaan.
“Hai.. Dan,  sudah kutunggu dari tadi” Aku menyapa.
“Tadi aku lupa menaruh kunci LABku.. hheehe”   Jawab Daniel dengan senyum yang di paksakannya itu. Ada yang aneh dari dia aku tahu dia memang sedikit  aneh, tapi yang ini berbeda.
“ Apa yang ingin kau katakan sepertinya penting sekali?”
“Begini.. ehmm..” katanya dengan ragu.
“Waktu kemarin disekolah tidak sengaja aku mendengar percakapan Mr.Leon dan Mrs.Riesty..” sambungnya.
“Lalu?”
“Aku tidak terlalu jelas mendengarnya tapi.. ku rasa ada hal yang bermasalah”
“Ahh.. mungkin hanya perasaan kau saja, dasar kau ini!! Aku tahu kau bosan karena tidak ada misteri yang harus kita pecahkan bukan??” tanyaku dengan santai.
“Aku serius Key, aku mendengar ada yang meneror Kepala Sekolah kita.” sahutnya dengan berbisik.
“Jangan terlalu di besar-besarkan! Mungkin saja hanya ulah anak-anak bandel!”
“Ya.. aku harap juga begitu, semoga tidak terjadi apa-apa” ucapnya dengan tatapan yang mengerikan.
“Ohh ia, mengapa kita tidak mengajak Sarah kesini? Aku akan menelponnya.” Kataku mencairkan suasana.
“Dia tidak akan datang Key, dia sedang jalan-jalan dengan ibunya.”
“Ohh..!!”
“Heii Keyy, kau tidak merasa kesepian?” tanyanya tiba-tiba.
“Aku sudah terbiasa…!” ucapnya sambil menyalakan televisi.

Berita ditelevisi..
“Laporan utama hari ini adalah kasus pembunuhan yang terjadi kepada Kepala Sekolah SMA Citra Bangsa “Samuel Ishak”,  yang di temukan tewas di ruang kerjanya, dengan posisi duduk dikursi kerjanya dengan raut muka yang sangat ketakutan… Polisi menduga ini adalah pembunuhan”

Aku dan Daniel terdiam sesaat, lalu kami berpandangan..
“Dan, kau dengar itu? Apakah aku bermimpi?” ucapku tegang.
“Tidak, kau tidak bermimpi kawan.. cepat hubungi Sarah beritahu tentang ini..!!! ayo kita selidiki” Ucapnya bersemangat.

@--------@
              
30 menit kemudian!!
“Aku sudah mendengar berita itu, sebelum kau hubungi aku.. sungguh aku terkejut mendengarnya!!” masuk sarah tiba-tiba di perpustakaan.
“Jujur aku sedikit tegang, karena kasus yang kita selidiki kali ini terjadi disekitar  kita.. dan walllaaa ini kasus PEMBUNUHAN  kawan!!” Ucap Daniel dengan wajah yang menyeramkan dan ketakutan.
“ Yaa.. aku mengerti kawan, tapi ini sungguh menarik, oiaa.. Dann, bisakah kau jelaskan apa yang kau dengar saat di Kantor !!” Ucapku penuh hati-hati.
“Wah sepertinya aku ketinggalan berita!! Ada apa ini sebenarnya?” Sahut Sarah sambil mengacak-acak rambutnya.
“Okee… sebenarnya setelah aku mendengar hal itu, aku takut sesuatu hal akan terjadi kepada Kepala Sekolah kita itu, dan ternyata hal yang kutakutkan itu terjadi juga” ucapnya dengan raut muka yang berubah dari tegang menjadi tenang.
Lalu ia menceritakan apa yang dia dengar secara lengkap kepadaku dan Sarah.
“Den Key makan malam telah siap!!!” Bi Surti memanggil, untuk makan malam.
“Wahh, tak terasa sudah malam, kawan mari kita mengisi energy, lalu kita pikirkan lagi  ....”


@--------@
to be continued !!!!